say hi…

bibir dikulum, beli pepaya… assalamualaikum semua….

howdy mba nining… it’s been a long time i didn’t post a blog..

i just want to say hello…

yu dada babay…. (ikha)

“sEBagai keNangan yaNG terIndah”

“gak keRAsa sebulaN udahan jobtraining disini”

..akhirnya bisa buka blog ini lagi dan ngisi lagi deh (walow di rumah),hari ini jadi hari terakhir aK gabung sama crewnya Telkom Divre III DivCom. Sebelum diblhin plg,kita ber3 dites Latihan MC.Jantung dagdigdug ga jelas,tp seneng sih setidaknya ada masukan bt kita semua dan ada bekel dari Telkom.ehm,so sweedlah!!..

Makasih buat semuanya yang udah banyak ngebantu aK,tp jgn bosen yah kl tiba2 aK muncul lagi (tatarap..).Kalow ada job jgn ragu hubungi aK yak hehe…

Buat anak2 baru,selamed dateng make uZ comfort to be here…

(taLYa dR UNpad)

 

Posted in 1. 1 Comment »

cacing dan vodka

Seorang ayah terlihat sedang duduk berdua dengan

anaknya yang masih kecil. Sang ayah mengambil sebotol

Vodka yang masih berisi. Lalu mengambil seekor cacing

tanah. Ayah : Perhatikan anakku, ayah akan memasukkan

cacing ini dalam minuman beralkohol ini. Setelah

beberapa saat, cacing dalam minuman alkohol itupun

mati. Ayah : Nah, anakku, apa yang dapat kau simpulkan

dari percobaan ayah tadi?

 Anak : Jadi dengan banyak

minum alkohol, cacing dalam perut kita akan mati.

(m2khey)

Posted in 1. 1 Comment »

Tujuh Langit, Tidak Berarti Tujuh Lapis

 

Menarik menyimak argumentasi para peminat astronomi tentang makna sab’a samaawaat (tujuh langit). Namun ada kesan pemaksaan fenomena astronomis untuk dicocokkan dengan eksistensi lapisan-lapisan langit.

Di kalangan mufasirin lama pernah juga berkembang penafsiran lapisan-lapisan langit itu berdasarkan konsep geosentris. Bulan pada langit pertama, kemudian disusul Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter, dan Saturnus pada langit ke dua sampai ke tujuh.

Konsep geosentris tersebut yang dipadukan dengan astrologi (suatu hal yang tidak terpisahkan dengan astronomi pada masa itu) sejak sebelum zaman Islam telah dikenal dan melahirkan konsep tujuh hari dalam sepekan. Benda-benda langit itu dianggap mempengaruhi kehidupan manusia dari jam ke jam secara bergantian dari yang terjauh ke yang terdekat.

Bukanlah suatu kebetulan 1 Januari tahun 1 ditetapkan sebagai hari Sabtu (Saturday — hari Saturnus — atau Doyobi dalam bahasa Jepang yang secara jelas menyebut nama hari dengan nama benda langitnya). Pada jam 00.00 itu Saturnus yang dianggap berpengaruh pada kehidupan manusia. Bila diurut selama 24 jam, pada jam 00.00 berikutnya jatuh pada matahari. Jadilah hari berikutnya sebagai hari matahari (Sunday, Nichyobi). Dan seterusnya.

Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi hari Bulan (Monday, getsuyobi, Senin), hari Mars (Kayobi, Selasa), hari Merkurius (Suiyobi, Rabu), hari Jupiter (Mokuyobi, Kamis), dan hari Venus (Kinyobi, Jum’at). Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.

Pemahaman tentang tujuh langit sebagai tujuh lapis langit dalam konsep keislaman mungkin bukan sekadar pengaruh konsep geosentris lama, tetapi juga diambil dari kisah mi’raj Rasulullah SAW. Mi’raj adalah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha yang secara harfiah berarti ‘tumbuhan sidrah yang tak terlampaui’, suatu perlambang batas yang tak ada manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur’an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana sidratul muntaha itu.

Secara sekilas kisah mi’raj di dalam hadits shahih sebagai berikut: Mula-mula Rasulullah SAW memasuki langit dunia. Di sana dijumpainya Nabi Adam yang dikanannya berjejer para ruh ahli surga dan di kirinya para ruh ahli neraka. Perjalanan diteruskan ke langit ke dua sampai ke tujuh. Di langit ke dua dijumpainya Nabi Isa dan Nabi Yahya. Di langit ke tiga ada Nabi Yusuf. Nabi Idris dijumpai di langit ke empat. Lalu Nabi SAW bertemu dengan Nabi Harun di langit ke lima, Nabi Musa di langit ke enam, dan Nabi Ibrahim di langit ke tujuh. Di langit ke tujuh dilihatnya baitul Ma’mur, tempat 70.000 malaikat shalat tiap harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah masuk lagi.

Perjalanan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Dari Sidratul Muntaha didengarnya kalam-kalam (‘pena’). Dari sidratul muntaha dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non-fisik (bathin) di surga, dua sungai fisik (dhahir) di dunia: sungai Efrat di Iraq dan sungai Nil di Mesir.

Jibril juga mengajak Rasulullah SAW melihat surga yang indah. Inilah yang dijelaskan pula dalam Al-Qur’an surat An-Najm. Di Sidratul Muntaha itu pula Nabi melihat wujud Jibril yang sebenarnya. Puncak dari perjalanan itu adalah diterimanya perintah shalat wajib.

Lapisan Langit?
Langit (samaa’ atau samawat) di dalam Al-Qur’an berarti segala yang ada di atas kita, yang berarti pula angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu, dan gas yang bertebaran. Dan lapisan-lapisan yang melukiskan tempat kedudukan benda-benda langit sama sekali tidak dikenal dalam astronomi.

Ada yang berpendapat lapisan itu ada dengan berdalil pada QS 67:3 dan 71:15 sab’a samaawaatin thibaqaa. Tafsir Depag menyebutkan “tujuh langit berlapis-lapis” atau “tujuh langit bertingkat-tingkat”. Walaupun demikian, itu tidak bermakna tujuh lapis langit. Makna thibaqaa, bukan berarti berlapis-lapis seperti kulit bawang, tetapi (berdasarkan tafsir/terjemah Yusuf Ali, A. Hassan, Hasbi Ash-Shidiq, dan lain-lain) bermakna bertingkat-tingkat, bertumpuk, satu di atas yang lain.

“Bertingkat-tingkat” berarti jaraknya berbeda-beda. Walaupun kita melihat benda-benda langit seperti menempel pada bola langit, sesungguhnya jaraknya tidak sama. Rasi-rasi bintang yang dilukiskan mirip kalajengking, mirip layang-layang, dan sebagainya sebenarnya jaraknya berjauhan, tidak sebidang seperti titik-titik pada gambar di kertas.

Lalu apa makna tujuh langit bila bukan berarti tujuh lapis langit? Di dalam Al-Qur’an ungkapan ‘tujuh’ atau ‘tujuh puluh’ sering mengacu pada jumlah yang tak terhitung banyaknya. Dalam matematika kita mengenal istilah “tak berhingga” dalam suatu pendekatan limit, yang berarti bilangan yang sedemikian besarnya yang lebih besar dari yang kita bayangkan. Kira-kira seperti itu pula, makna ungkapan “tujuh” dalam beberapa ayat Al-Qur’an.

Misalnya, di dalam Q.S. Luqman:27 diungkapkan, “Jika seandainya semua pohon di bumi dijadikan sebagai pena dan lautan menjadi tintanya dan ditambahkan tujuh lautan lagi, maka tak akan habis Kalimat Allah.” Tujuh lautan bukan berarti jumlah eksak, karena dengan delapan lautan lagi atau lebih kalimat Allah tak akan ada habisnya.

Sama halnya dalam Q. S. 9:80: “…Walaupun kamu mohonkan ampun bagi mereka (kaum munafik) tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampun….” Jelas, ungkapan “tujuh puluh” bukan berarti bilangan eksak. Allah tidak mungkin mengampuni mereka bila kita mohonkan ampunan lebih dari tujuh puluh kali.

Jadi, ‘tujuh langit’ semestinya difahami pula sebagai benda-benda langit yang tak terhitung banyaknya, bukan sebagai lapisan-lapisan langit.

Lalu apa makna langit pertama, ke dua, sampai ke tujuh dalam kisah mi’raj Rasulullah SAW? Muhammad Al Banna dari Mesir menyatakan bahwa beberapa ahli tafsir berpendapat Sidratul Muntaha itu adalah Bintang Syi’ra, yang berarti menafsirkan tujuh langit dalam makna fisik. Tetapi sebagian lainnya, seperti Muhammad Rasyid Ridha juga dari Mesir, berpendapat bahwa tujuh langit dalam kisah isra’ mi’raj adalah langit ghaib.

Dalam kisah mi’raj itu peristiwa fisik bercampur dengan peristiwa ghaib. Misalnya pertemuan dengan ruh para Nabi, melihat dua sungai di surga dan dua sungai di bumi, serta melihat Baitur Makmur, tempat ibadah para malaikat. Jadi, saya sependapat dengan Muhammad Rasyid Ridha dan lainnya bahwa pengertian langit dalam kisah mi’raj itu memang bukan langit fisik yang berisi bintang- bintang, tetapi langit ghaib.

(media.isnet.org )

Posted in 1. Leave a Comment »

,,KepengaruH Perang TariF gaK?,,

Iklan tentang tarif seluler udah semakin merajalela dimana2,entah itu dari cara memikatnya yang “jor2an” di penurunan tarif sampe ngasih bonus yang menjanjikan.Tapi yakin sama tarif yang katanya semakin turun atau bonus yang dikasih sama tiap operator? yaH,semuanya jatuh ke diri kita masing2 toh…

Mulai dari icon yang menyegarkan,ide kreatif sang advertising sampe tarif yang benar2 menggiurkan. Semuanya sama kalo aja kita mau perhatiin secara seksama, tapi kadang2 kita juga gak bisa ngehindar dari semuanya. Pasti kegoda atau bahkan kebujuk sama tawaran2 yang ada, udah jadi budayanya masyarakat Indonesia deh. SEdikit2 ganti kartu,sedikit2 malah nambah beli hp baru buat kasih tempat ke kartu baru kita. Wuih,sifat yang buruk bukan…?

Terus,apa yang jadi pilihanmu skr..?tertarik buat ganti2 SIM CArd sampe semua kebutuhanmu terpenuhi atau tetap pada pendirianmu sampe detik ini dan buang ego atas semua pengaruh yang ada..?. Hayoh,pasti bingung!!!

(tL),bingung mau nulis aP..

 

Posted in 1. 1 Comment »

,,teNTang pERang Tariff,,

Lagi2 perang tarif mem”borbardir”. Semua pengguna seluler pun dibuat bingung untuk memilih mana yang bisa benar2 mereka jadikan kartu seluleer untuk digunakan.

Posted in 1. Leave a Comment »

stop global warming

berbagai aktivitas manusia yang dapat memicu pemanasan global, tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang sepele. setiap orang memiliki tangguna jawab untuk menurangi kebiasaan buruk yang dapat merugikan bumi. ada beebrapa hal yang dapat diubah untuk mengurangi kadar gas karbondioksida supaya tidak melebihi ambang batas :

1. pakai listrik seperlunya

jika di rumah tidak ada orang, aau semua orang sudah tertidur, matikan alat-alat listrik yang kurang berguna. selain mengurangi pemanasan global, kita juga bisa membayar listrik murah.

2. jangan hamburkan air

berusaha menggunakan air semaksimal mungkin. apabila tengah menyikat gigi, sebaiknya kran air dimatikan. mandi dengan menggunakan shower hanya menghabiskan 30 liter air, dibandingkan dengan menggunakan gayung yang menghabiskan hampir 100 liter air. juga untuk air limbah cuci piring, sebaiknya digunakan lagi untuk menyiram tanaman.

3. hemat kertas dan tissue

dengan menghemat penggunaan kertas dan tissue, berarti kita mengurangi jumlah pohon yang ditebang untuk pembuatan kertas dan tissue. lebh baik memakai kertas pada kedua sisinya dan menggunakan saputangan sebagai lap daripada tissue.

4. mendaur ulang sampah rumah tangga menjadi kompos

biasakanlah memisahkan sampah organik dan anorganik. sampah organik dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman.

5. berjalan, bersepeda, dan menggunakan kendaraan umum

jalan kaki dan bersepeda selain membakar kalori, juga menyehatkan jantung. bila tidak memungkinkan, gunakanlah kendaraan umum sehingga kita dapat mengurangi pemakaian bahan bakar dan mengurangi polusi.

6.kurangi pemakaian plastik

sampah plastik adalah sampah yang membutuhkan waktu sekitar 250 tahun untuk terurai. ada baiknya kita membawa kantong belanjaan sendiri apabila ingin berbelanja.

m2khey

(inggrid dan berbagai sumber)

 

 

Posted in 1. 1 Comment »

Kapan Majunya..

kita kadang suka ga sadar kalo sifat2 yang ada dalam diri kita bisa aja jadi bumerang buat kita. kita suka ngeliat suatu kelebihan di dalam diri orang lain sebagai bencana bagi kita. orang lebih kaya, kok kita yang panas dingin?? ada yang lebih ganteng ato cantik, kita langsung repot ngomongin..karib dapet jabatan lebih, kita malah uring2ngan.. Bersosialisasi ma yang beda gender, ditanggapi baik, eh kita malah geer banget.. nganggap dia suka, naksir,ato apalah namanya.. Pikirin lagi deh.. apa itu semua dapet ngejadiin kita better??? nyatanya gak kan!! malah semakin kita repot ngurusin orang lain, malah kita makin ga mampu untuk menggapai apa yang orang lain dapatkan itu. soalnya kita sibuk aja ngurusin orang lain, dan kita lupa dengan keadaan kita yang sebenarnya..

kalo mau maju, mending kita positif thinking ama lingkungan kita.. lebih berguna.. punya pikiran yang modern dikit donk.. kalo ga, kita pasti ketinggalan ma orang lain.. iri ma keberhasilan orang lain itu manusiawi bgt,, nah, disinilah pentingnya kita menjadi menejer buat diri sendiri. jadikan keberhasilan orang sebagai motivasi, sehingga kita juga berusaha mencapai hasil yang sama..

regards, khey

 

Posted in 1. 1 Comment »

At Middle of The Day

Di tengah hari siang bolong, saya mulai merasakan rasa kantukyang menekan, bagaikan palu godam yang menghantam dengan kerasnya (hiperbola). Hari pertama pkl terasa cukup lumayan agak berat, yah mungkin karna lingkungan dan suasana baru yang sebelumnya belum pernah saya rasakan, mungkin yang saya rasakan adalah suatu bagian dari suatu proses adaptasi. Pelan tapi pasti jam menunjuk ke arah pukul setengah lima..lalu sebuah jingle melantun yang artinya menandakan bahwa kita pulang. 

And the next day..

Yah di hari yang ke dua nampaknya sudah jauh sangat lebih mendingan dari hari yang pertaama..semoga kita semua selamat dunia dan akhirat amin..

Oiya trima kasih juga buat teman2 Pkl yang mengajarkan saya di hari pertama. Terima kasih yang sangat saya ucapkan kepada ibu Nining yang telah bermurah hati telah memaafkan karna saya masuk terlambat,he..(1 minggu)..Terima kasih buat buat semuanya.Sukses selalu. 

Posted in Curhat. 1 Comment »

…DIVCOM BerdukA…

BU Evi,

Kami (Talya,Mei,Kei,Firly n Damar)…

Turut berduka cita dan semoga amal ibadah yang telah ditorehkan diterima di sisiNya.

Amien…

Posted in 1. Leave a Comment »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.